Jurnal Mantap. Tahun depan adalah momentum politik bagi 101 daerah yang melakukan pemilihan kepala daerah serentak untuk di 7 provinsi, 76 kabupaten dan 18 kota di Indonesia.
Pada hari Rabu, 15 Februari 2017 yang akan datang, Indonesia melaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak untuk kedua kali, setelah sebelumnya pada 9 Desember 2015 yang lalu, Indonesia sukses melaksanakan pilkada serentak untuk pertama kali.
153 pasang calon telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum untuk melamar kerja menjadi Gubernur, Bupati dan Walikota baik itu melalui jalur partai ataupun independent perorangan.
Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan elektabilitas Paslon demi memperebutkan kursi kekuasaan, secara intens melakukan marketing dan manuver politik melalui berbagai media. Tujuannya satu untuk memenangkan kompetisi demokrasi.
Lantas apa peranan rakyat sebagai pemilih?
Lagi lagi rakyat lah yang menjadi Tuhan, sebagai penentu siapa gerangan figure yang akan memimpin pemerintahan di wilayah tempat mereka tinggal.
Pilihannya terbatas, hanya calon yang ada di kertas suara saja yang bisa dipilih. pada menu yang disajikan oleh restoran yang bersangkutan. Rakyat sebagai pemilih tidak menentukan sendiri siapa yang akan diusung sebagai calon. Tetap tinggal menandai dengan mencoblos calon yang paling memenuhi selera pemilih dari daftar sajian yang dihidangkan oleh Partai Politik atau calon perseorangan.
Tidak ada pilihan lain. Cocok tidak cocok, berkualitas atau tidak, aspiratif atau tidak, menu yang bisa dipilih adalah nama-nama calon yang tercantum dalam Daftar Calon Tetap untuk Pemilihan pada kertas suara.
Pemilihan kepala daerah sejatinya dimaksudkan sebagai sarana bagi rakyat untuk memilih pemimpin baik yang akan mewakili mereka di kursi eksekutif yang akan dipercaya menjadi pemimpin pemerintahan selama 5 tahun ke depan.
Pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang substantif memiliki legitimasi untuk mengemban amanat rakyat.
Artinya seorang pemimpin harus memiliki basis dukungan yang kuat dari warga negaranya dari rakyat yang akan memilihnya.
Atau dalam bahasa politik pemimpin harus berasal dari rakyat, diplilih oleh rakyat dan mengabdi untuk kesejahteraan rakyat. (Kie)