TERUNGKAPNYA PROGRAM BOBROK PASLON DUA

Mon 13 Feb, 2017

TERUNGKAPNYA PROGRAM BOBROK PASLON DUA

Jurnal Mantap. Program pembagian kartu tabung gas gratis merupakankamuflase politik uang pasangan calon sadudin-Dhani dengan memberi janjiprogram subsidi gas 3 Kg.

KRONOLOGI KEJADIAN LAPANGAN.

Pertama. Tim sukses paslon 2 mendatangi dan menyampaikan pada masyarakat, bahwa ini adalah Program Pemda Kab Bekasi dari SAH No.2

Kedua. Menyerahkan Replika kartu subsidi dan minta masyarakat untuk mendaftar pada nomor yang tertera di kartu.

Ketiga Paslon 2 menawarkan uang ke warga bahwa Biaya gas 3 Kg = +/- Rp 25,000 x 12 bulan x 5 tahun = Rp 1,500,000 (satu juta lima ratus ribu rupiah)

58a37cb398342.jpg


Ke empat. Meyakinkan warga, untuk mengaktifkan kartu replika ini dengan SMS, ketik REG(spasi)Nomor Kartu#Namalengkap#RT/RW#Kelurahan, lalu kirim ke nomor SMS server 0822 1000 2217 Contoh : REG 020217-SAH-02#RODIH BUDIMAN#02/002#CIBUNTU lalu kirim SMS ini ke 0822 1000 2217 Maka pengirim akan menerima SMS balasan :

NDOSAT SMSSRV-SAH: Terima kasih HPxxxxxxxxxxxxxxx terefistrasi a/n xxxxxxxxxx semoga program subsidi gas akanterealisir dengan kemenangan SAH. Pastikan kartu tetap disimpan. Bila paslonSAH menang dan terpilih menjadi Bupati dan wakil bupati kab Bekasi, maka datayang tersimpan di server, nama, RT RW kelurahan serta nomor HP sekaligus kartureplika Gas 3 Kg, sebagai verifikasi dan alat tukar GRATIS isi ulang tabung gas3 Kg


Dari potret perkara tersebut, paslon no 2 telah melakukan politik uang dan mengajarkan politik pilih kasih nantinya.

Siasat timses paslon 2 jelas ini jelas sebuah kamuflase penggirinan pemilih melalui program bobrok yang hanya mengiming-imingi masyarakat dengan menjanjikan gas 3 Kg dan itu adalah suatu bentuk pelanggaran dalam pilkada sesuai undang undang.

Subsidi Gas adalah program Pemerintah Pusat.

Menurut undang-undang yang berhak mendata subsidi, adalah kebijakan pemerintah daerah, mengapa tidak di buka data berapa jumlah masyarakat yang berhak menerima,

Malah sebaliknya masyarakat yang mendaftarkan diri untuk diberikan kartu bersubsidi tersebut, padahal jumlah yang berhak menerima subsidi lebih banyak jumlahnya.Hal tersebut pastinya akan menimbulkan ketidak merataan dalam pembangunan 5 tahun kedepan,

Masyarakat Harus Cerdas

Ketimpangan pembangunan akan jelas terjadi jika politik pilih kasih ini benar adanya. Pemerintah yang akan di bentuk paslon 2 pasti hanya mementingkan golongan dan kelompoknya saja, al hasil, pembangunan hanya dapat dinikmati segelintir orang.

Politik pilih kasih yang mestinya sudah tak elok lagi di perlihatkan di era keterbukaan saat ini. Masyarakat sekarang sudah mulai cerdas dalam berdemokrasi.

Dan pada akhirnya masyarakat yang mempunyai hak pilihl menentukan tanggal 15 februari nanti memilih salah satu dari 5 pasangan calon Bupat yang di cintai. Harapan masyarakat pastilah besar untuk mendapatkan pemimpin cerdas yang tidak mengiming imingi masyarakat dengan janji bohong.

Penulis: Kie. Nopriyawan





Mulai dari Mana?

Pesan website startup hanya Rp 50.000,- / bln, tidak lebih mahal dari segelas kopi vietnam.

Dapatkan Cashback Promosi setiap menginformasikan kepada orang lain sampai turut serta, dan Anda mungkin tak perlu lagi membayar biaya bulanan website Anda.

SSL