Tue 10 Jan, 2017
.jpg)
Jurnal Mantap. Menjelang pemilihan kepala daerah 15 februari 2017 , media sosial dijadikan ajang berkampanye dan seringkali kerap di pakai untuk menjatuhkan pihak lawan.
Semakin dekat waktu pilkada dilaksanakan, kampanye calon kepala daerah semakin memanas dengan ditandai banyak pihak tidak segan-segan saling menjatuhkan dengan menggunakan media sosial.
Menurut Dahlia Warga Desa Sirnajati Cibarusah Kabupaten Bekasi mengatakan, seharusnya setiap pengguna media sosial, terutama para politisi menggunakannya dengan baik, dengan cara-cara santun dan tidak hanya memunculkan pencitraan.
“Yang lebih disayangkan adalah bagaimana sosial media ini lebih banyak digunakan dalam konteks bukan untuk membangun citra diri secara positif, (tapi) akhirnya digunakan untuk menjatuhkan lawan,” ujarnya pada sebuah diskusi di saat dihubungi mantapyes.com, Selasa (10/1).
Lanjut wanita yang sering di sapa Dahlia ini, Bagaimana seharusnya setiap akun bisa bertanggung jawab terhadap apa yang diinformasikan, karena demokrasi ini bukan berbicara sebebas-bebasnya mengeluarkan informasi pada siapapun.
"Paslon manapun harus fokus pada agenda yang jelas untuk memberikan solusi terhadap persoalan rakyat, adu program, adu agenda kerja, fokus membangun gerakan masyarakat, bukan malah memperkeruh," pungkas Dahlia. (BRT)