Jurnal Mantap. Pembangunan infrastruktur diwilayah Kabupaten Bekasi sudah mencapai hampir 70 persen. Hal itu, sejatinya membawa dampak baik bagi perekonomian masyarakat Bekasi. Sebab, dari infrastrukturlah ekonomi masyarakat terlihat.
Melihat hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Dede Iswadi mengatakan, bahwa masyarakat di Kabupaten Bekasi puas akan pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Meskipun belum 100 persen, namun itu sudah menunjukan kinerja dari kepala daerah dalam menata dan membangun Kabupaten Bekasi, agar dapat dinikmati khalayak banyak.
Infrastruktur yang kini sudah selesai pembangunannya dan yang masih berjalan, diantaranya pembangunan jembatan (fly over) Tegal Danas, Stadion Wibawa Mukti, jalan inspeksi Kalimalang, underpass Tambun, dan fly over Tegal Gede.
"Dari intersubjektivitas itu diakui banyak orang dan sulit untuk berdusta, berdasarkan hasil survei kepala daerah saat ini masyarakat puas akan pembangunan karena sudah 70 persen pembangunan infrastruktur," jelasnya. Ia mengungkapkan, walaupun masih ada sebagian yang mengatakan belum meratanya infrastruktur di Kabupaten Bekasi, itu karena terbatasnya anggaran. Sehingga, untuk pemerataan infrastruktur itu diperlukan proses serta waktu.
"Bukan sekedar populer, sekitar 69 persen masyarakat Kabupaten Bekasi berharap (kepala daerah yang saat ini menjabat) maju kembali untuk meneruskan programnya. Itu jadi standar nilai masyarakat, kalau namanya pemimpin itu punya kemauan untuk membangun dan bila belum (infrastruktur) dilaksanakan, itu karena anggaran dan mana yang harus diprioritaskan," bebernya.
Ditempat berbeda, warga Kampung Legon, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, M. Ridwan Tazir mengatakan, kepala daerah saat ini dalam hal infrastruktur sudah hebat, sebab sudah banyak pembangunan yang dilaksanakan, seperti jalan dan pembangunan lainnya.
Bila memang belum adanya pemerataan pembangunan diwilayah Kabupaten Bekasi, lanjut dia, masyarakat harus berpikir dengan bijak. Sebab, untuk masalah infrastruktur itu butuh anggaran dan kepala daerah pun pastinya tidak hanya memikirkan infrastruktur saja, ada prioritas lain seperti kesehatan dan pendidikan.
"Harus bijak kita berpikir, jangan sedikit-sedikit menyalahkan pemerintah," jelas pria yang pernah menjadi mahasiswa UNJ ini.(rya)