Sambut Sumpah Pemuda Bersama Tuna Rungu

Sun 16 Oct, 2016

Sambut Sumpah Pemuda Bersama Tuna Rungu

JURNAL MANTAP. BEKASI SELATAN – Dalam menyambut sumpah pemuda,Komunitas Teman Ngopi mengadakan diskusi dengan mengangkat tema "Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia", diskusi kali ini melibatkan KomunitasBambu Tuli Bekasi yang merupakan sekumpulan tuna rungu. Meski kedua komunitasberbeda antara dengar dan tidak dengar, namun interaksi keduanya berjalan baik,bahkan terlihat akrab dengan menggunakan bahasa isyarat ala tuna rungu. Selaindiskusi, mereka juga saling berbagi cerita dan pengalaman hidup.

Founder Komunitas Teman Ngopi, Syahrul Ramadhan, mengatakan,baginya Tuna Rungu bukan kaum minoritas, mereka sama dengan Masyarakatlainnya." Mereka bagian dari Kita. Saya banyak belajar dari keterbatasanmereka, meski tidak dapat mendengar tapi mereka memiliki rasa kepercayaan diriyang tinggi, cita - cita yang besar serta semangat yang kuat," Katanya

Lanjutnya, Ia sangat tertarik belajar bahasa isyarat tuna rungu,dapat berkomunikasi dengan mereka, Kata Syahrul, merupakan kebahagiaantersendiri." Bahasa mereka, bahasa Kita juga. Berbahasa satu, bahasaindonesia. Mereka menggunakan bahasa isyarat indonesia, kebetulan Saya barubelajar bahasa isyarat tuna rungu. Kemudian saya tularkan kepada kawan TemanNgopi yang lain, ternyata semua merespon baik. dan sangat antusias dapatbergaul, berdiskusi dengan para Tuna Rungu," Ungkapnya.

Dirinya menceritakan, ternyata banyak dari pemuda - pemudi disabilitas, yang berpendidikan tinggi dan bercita - cita besar. Dengankekurangan mereka, ternyata dapat mewujudkan apa yang mereka impikan."Salah satunya Sarah, dia kuliah di Institute Kesenian Jakarta jurusan DesignGrafis. Ternyata dia tidak minder dengan kekurangannya. Ini harus menjadimotivasi kita yang normal," Tuturnya.

Salah satu perwakilan Komunitas Bambu Tuli, Umam denganbahasa isyaratnya mengungkapkan kebahagiannya dapat berdiskusi dan bertemudengan Komunitas Teman Ngopi." Ini yang pertama kalinya, kami bisa ngobroldan diskusi dengan Komunitas . kami bahagia kawan komunitas teman ngopi mauberdiskusi dan belajar bahasa kami. Biasanya kami cuma kumpul dengan Komunitastuna rungu. Karena jarang orang normal mau ajak kami diskusi, karenaketerbatasan kami," ceritanya dengan bahasa isyarat.

Umam berharap adanya perhatian Khusus dari Pemerintah terhadappara Tuna Rungu." Kami juga bagian dari Warga Bekasi serta rakyatIndonesia," Ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mereka juga menyampaikan keluh kesah danaspirasinya kepada Komunitas Tema Ngopi agar disampaikan kepadaPemerintah." Teman Ngopi adalah saudara kami, mereka kami anggap sebagaipenyambung lidah rakyat buat kami. Jarang komunitas atau organisasi yangmemiliki rasa persahabatan dan persaudaraan. Kami sangat bahagia bisa menjalinkeakraban dengan Komunitas Teman Ngopi mereka tidak ada batasan pergaulan,"Tuturnya.

Mulai dari Mana?

Pesan website startup hanya Rp 50.000,- / bln, tidak lebih mahal dari segelas kopi vietnam.

Dapatkan Cashback Promosi setiap menginformasikan kepada orang lain sampai turut serta, dan Anda mungkin tak perlu lagi membayar biaya bulanan website Anda.

SSL