Rukun Jurnalis Bekasi Bicara Soal Korupsi

Sat 10 Dec, 2016

Rukun Jurnalis Bekasi Bicara Soal Korupsi

Jurnal Mantap. Jurnalistik merupakan salah satu media kontrol terhadap pemerintahan baik itu eksekutif maupun legislatif. Salah satu yang menjadi dasar adanya jurnalistik adalah pengawasan terhadap pemerintah dalam menggunakan uang rakyat.

Kerja-kerja jurnalistik tidak bisa dilepaskan dari andilnya dalam pengungkapan tindak kejahatan, salah satunya adalah korupsi.

Pembahasan mengenai peran Jurnalis dalam menginvestigasi sebuah tindak korupsi dibahas dalam diskusi yang diadakan

komunitas Rukun Jurnalis Bekasi (rujuk) tadi malam (9/12) di alun-alun kota Bekasi.

Jurnalis senior Hamludin El Karim mengatakan untuk menjadi seorang Investigasi jurnalis dibutuhkan 2 (dua) kebenaran, yaitu narasumber dan data. Untuk itu diperlukan idealisme seorang jurnalis dan waktu dalam proses investigasi.

"Jadilah jurnalis yang idealisme, dan jangan menjadi jurnalis yang 86. Idealisme seorang jurnalis itu penting dalam pengungkapan tindak pidana korupsi," kata wartawan tempo ini.

Menurutnya jurnalisme warga merupakan cara yang efektif untuk pengungkapan kasus korupsi dikarenakan tidak terikat oleh perusahaan. dimana saat ini banyak kebijakan perusahaan media yang menjadikan reporternya menjadi jurnalis 86. Hal ini dikarenakan perusahaan lebih mementingkan rating dan laporan harian reporter dengan jumlah berita yang lumayan banyak.

"Kalau belum apa-apa sudah ditanya soal berita, bagaimana mungkin bisa membuat karya investigasi," ujarnya

Adapun Direktur Center For Budget Analysist (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai, kinerja lembaga hukum di Indonesia belum berjalan baik, pasalnya mereka pun juga terjangkit penyakit yang sama.

"Kejaksaan dan kepolisian terlihat jarang sekali menangani kasus korupsi, sebaliknya malah KPK yang lebih sering mengusut korupsi di daerah," ungkap Uchok dalam diskusi rujuk.

Pria yang sering disapa uchok ini mengajak semua yang datang, baik jurnalis ataupun aktifis untuk terus mengawasi anggaran APBD, dari mulai proses, perancanaan anggaran, hingga pelaksanaannya.

Dikatakannya, untuk bisa menginvestigasi jurnalis dituntut untuk bisa membaca anggaran.

"Yuk kita sama-sama berantas korupsi, dan jangan pula turut serta menutupi kesalahan mereka," pungkasnya

Sekedar info, diskusi rujuk dihadiri juga oleh beberapa aktifis seperti FSMKD, HMI Bekasi, Komunitas Teman Ngopi, Komunitas Rumah Main, Jurnalis Senior, perwakilan kepolisian dan Dosen.

Dalam diksusi tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi, Didi Suhardi yang diundang sebagai pembicara jusrtu tidak hadir tanpa memberikan konfirmasi.

“Sangat disayangkan Pak Kajari tidak hadir, tanpa ada kabar maupun konfirmasi. Padahal semestinya ia bisa hadir, karena di sini, kami tidak sekedar diskusi semata. Di sini, kami membangun komitmen bagaimana ke depan Bekasi bebas korupsi,” kata Syahrul Ramadhan, selaku penanggung jawab acara.

Mulai dari Mana?

Pesan website startup hanya Rp 50.000,- / bln, tidak lebih mahal dari segelas kopi vietnam.

Dapatkan Cashback Promosi setiap menginformasikan kepada orang lain sampai turut serta, dan Anda mungkin tak perlu lagi membayar biaya bulanan website Anda.

SSL