8 Alasan FSGI Menyetujui UN Tidak Di Adakan

Mon 12 Dec, 2016

8 Alasan FSGI Menyetujui UN Tidak Di Adakan

Jurnal Mantap. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendukung usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy terkait moratorium ujian nasional (UN).

Ada delapan alasan FSGI menyetujui usulan tersebut, diantaranya :

Pertama, UN tidak terbukti meningkatkan kualitas pendidikan seperti klaim Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sebab menurut mereka, secara pedagogis UN membuat pembelajaran dan pengajaran menjadi kering.

Kedua, dengan standar pendidik minimal strata satu dan belum memadainya sarana prasarana pendidikan, tidak mungkin dibuatkan soal UN berindikator sama di seluruh wilayah Indonesia.

Ketiga, memaksakan diri menyelenggarakan UN berstandar soal dengan indikator yang sama adalah perbuatan tidak berkeadilan. Hal itu sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 66 ayat dua.

Keempat, sebagian besar guru Indonesia tidak bangga dengan hasil UN yang diraih anak didiknya.

Kelima, hasil UN yang diharapkan adalah sebuah pemetaan mutu program atau satuan pendidikan. Namun kemudian, ternyata fakta yang didapat adalah pemetaan ketidakjujuran berbagai pihak.

Keenam, sepanjang UN dilaksanakan dengan rantaian yang panjang dari pusat ke daerah, peluang bocornya soal semakin besar.

Ketujuh, UN yang dijadikan sebagai penentu kelulusan peserta didik akan menjadi faktor pendorong banyak pihak untuk tidak jujur.

Walhasil, dalam pola pikir masyarakat sudah terbentuk dua pilihan mengenai UN. Jujur tapi tidak lulus atau tidak jujur tapi lulus.

Kedelapan, melalui UN yang pelaksanaannya tidak obyektif dan mutu kompetensi lulusan diragukan, maka biaya penyelenggaraannya sebesar ratusan miliar yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak sebanding dengan harapan kepastian pengukuran mutu dan pencapaian tujuan pendidikan yaitu, mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

"Kebijakan penilaian pendidikan sebaiknya diserahkan guru dan sekolah. Sementara pemerintah punya tanggung jawab mengembangkan kapasitas guru dalam mengajar dan menilai, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan otentik," Tandas Sekeretaris Jenderal FSGI Retno Listyrti, Senin (12/12).


Mulai dari Mana?

Pesan website startup hanya Rp 50.000,- / bln, tidak lebih mahal dari segelas kopi vietnam.

Dapatkan Cashback Promosi setiap menginformasikan kepada orang lain sampai turut serta, dan Anda mungkin tak perlu lagi membayar biaya bulanan website Anda.

SSL