Jurnal Mantap. Bermodalkan lampu-lampu bekas dari sisa pemakaian masyarakat, seorang pria paruh baya, Baharuddin, mampu menghasilkan karya seni dan memiliki nilai jual.
Di tempat tinggalnya, Jalan Juanda, Kecamatan Medan Maimun, pria 56 tahun ini mengaku mengumpuli lampu-lampu bekas dari tempat sampah yang berada di belakang rumahnya.
"Bahannya lampu bekas. Seringnya dari tempat sampah, ada juga pesan sama tukang botot," kata Baharuddin.
Pengakuannya, ide kreatif tersebut pertama kali muncul pada tahun 201 lalu. Kala itu dirinya terinspirasi dari keunikan lampu neon. Karya pertama kali yang berhasil dibuatnya saat itu adalah miniatur menara PDAM Tirtanadi berbahan lampu neon.
"Awalnya coba-coba mempreteli lampu neon yang sudah tidak terpakai. Kemudian coba buat menara Tirtanadi dan berhasil," ungkapnya.
Sejak 2011 hingga 2012, dirinya sudah banyak membuat miniatur-miniatur seperti masjid, tempat bunga dan akuarium. Hasil karyanya dijual mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu pada saat itu.
"Pada tahun 2012 saya sempat kehabisan uang. Akhirnya berhenti," ucap Bahar, sapaan akrabnya.
Bahar juga mengaku hasil karyanya sempat dilirik oleh turis asal Singapura. Karena tertarik dengan keunikan hasil karya Bahar, turis Singapura tersebut memesan kepada Bahar untuk dibuatkan karya dari bahan lampu neon.
"Empat tahun lalu itu. Modal saya saat itu tidak ada, jadi nggak terkirim," ucapnya.
"Awalnya coba-coba mempreteli lampu neon yang sudah tidak terpakai. Kemudian coba buat menara Tirtanadi dan berhasil," ungkapnya.
Sejak 2011 hingga 2012, dirinya sudah banyak membuat miniatur-miniatur seperti masjid, tempat bunga dan akuarium. Hasil karyanya dijual mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu pada saat itu.
"Pada tahun 2012 saya sempat kehabisan uang. Akhirnya berhenti," ucap Bahar, sapaan akrabnya.
Bahar juga mengaku hasil karyanya sempat dilirik oleh turis asal Singapura. Karena tertarik dengan keunikan hasil karya Bahar, turis Singapura tersebut memesan kepada Bahar untuk dibuatkan karya dari bahan lampu neon.
"Empat tahun lalu itu. Modal saya saat itu tidak ada, jadi nggak terkirim," ucapnya.