Wed 04 Jan, 2017

Jurnal Mantap. 3 Desember kemarin merupakan momen penting bagi penyandang disabilitas di seluruh dunia, karena pada tanggal ini eksistensi mereka diakui dan diperingati sebagai Hari Penyandang Disabiltas Internasional. Sebagai wujud kepedulian, penulis bermaksud memberikan beberapa catatan kecil terkait ketersediaan sarana aksesibilitas bagi mereka.
Harus kita akui, dan fakta bahwa sejumlah fasilitas aksesibilitas sarana publik di Indonesia umumnya belum memberikan akses yang ramah bagi penyandang cacat. Lihat saja trotoar-trotoar jalan masih sedikit sekali yang menyediakan sarana khusus seperti guiding block(keramik penuntun) maupun ruas khusus untuk kursi roda. Di sisi lain, sarana ini menjadi prasyarat untuk dapat mengakses tempat publik yang lain dalam rangka memperjuangkan hak-hak mereka yang selama ini terabaikan.
Deskripsi serupa juga terjadi di kantor-kantor pemerintah, institusi pendidikan sekalipun yang sebagian besar masih belum menampung aspirasi kaum disabilitas. Tidak ada jalan khusus bagi mereka untuk mengakses tempat-tempat ini. Keadaan tidak jauh berbeda juga terjadi pada sarana transportasi publik. Hingga saat ini, baik di Kabupaten Bekasi maupun secara Nasional sekalipun masih sulit kita temukan fasilitas yang bisa diakses oleh para penyandang disabilitas.
Begitu juga dengan sarana toilet yang terkesan hanya dikhususkan bagi yang normal saja. Barangkali alasan-alasan inilah yang membuat kita jarang melihat lalu lintas penyandang disabilitas di ruang publik.
Neneng Hasanah Yasin menyadari bahwa kaum difabel harus diperhatikan, berharap difabel punya kesetaraan yang sama, Neneng mulai berfikir untuk memberikan lowongan kerja atau aktifitas untuk disabilitas dan memfasilitasi ruang publik untuk bisa di akses oleh kaum disabilitas.
Untuk Ruang Publik Sendiri mesti di adakan toilet khusus di setiap gedung dan lantai yang dilengkapi dengan bel gawat darurat yang terhubung langsung ke sekuriti atau klinik kesehatan bangunan setempat untuk mengantisipasi. Jika terjadi sesuatu yang membahayakan mereka, maka dengan menekan bel tersebut pertolongan pun dapat segera diberikan. Adanya fasilitas seperti ini telah mendorong kaum disabilitas lebih percaya diri untuk beraktivitas di ruang publik. (BRT)