Jurnal Mantap. Perjalanan pasien tumor otak sangat banyak liku – liku yang dialami keluarga pasien, dari sarana kendaraan dana maupun semangat dari si pasien tersebut. Mereka dari keluarga yang tidak mampu rumahpun terbilang Rumah Sangat Sederhana
Pasien tersebut bernama Sain dari warga desa Waluya, dia seorang pekerja lepas CV dan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga, ketika mendengar kabar penyakit yang diderita suaminya dia sedih dan kesedihannya tidak berlarut dia harus berusaha agar suaminya dapat sembuh dari penyakitnya.
Pada suatu hari keluarga pasien dan RT berusaha mencari rumah sakit disekitardaerah cikarang, dari beberapa rumah sakit tidak ada yang mau menangani pasien tersebut, beberapa hari kemudian keluarga pasien mendatangi kami untuk minta bantuan agar Sain dapat ditangani penyakitnya. Pada akhirnya kami membawa pasien tersebut ke salah satu rumah sakit yang bernama RS OMNI CIKARANG.

Pada tanggal 21 Oktober 2016 dia masuk Rumah Sakit dengan menunjukkan persyaratan yaitu KTP, KK dan KIS, ditempat tersebut Sain mendapatkan perawatan yang baik, tidak hanya disitu perjuangan kami membantu pasien Sain karena saat akan tindakan operasi dia menjadi depresi mau mundur tidak jadi untuk di operasi karena rasa takut yang menghantui pada dirinya, akhirnya istrinya Sain dan kami menasehati beliau dan memberi semangat pada Sain agar mau kepalanya dioperasi untuk pengangkatan tumor di kepalanya, tapi kata Dokter Zaini yang menangani Sain, dia akan melakukan tindakan pada pasien Sain di RS OMNI Jakarta yang berada didaerah Pulo Mas, keluarga pasienpun pasrah terserah Dokter mau gimana dan dimana Sain ditindak yang terpenting dokter mau menangani Sain dengan baik. Alhasil pasien Sain berhasil dan selamat dalam operasi tersebut. Tetapi tempurung kapalanya belum terpasang karena luka di otak kepalanya masih masapemulihan.

Akhirnya setelah operasi tersebut keluarga Sain kembali kedaerahnya dengan tanpa tempurung kepalanya, kata dokter Zaini tinggal perawatan dirumah dan jangan telat kontrol untuk penanganan lukanya.
Pada tanggal 6 Desember 2016 Sain mendapatkan perawatan kembali di RS OMNI Cikarang untuk operasian yang kedua yaitu tutup tempurung kepalanya yang belum terpasang. Pada jam 08:00 pagi Sain masuk ruang operasi, dengan hati yang sudah ikhlas dan pasrah dan istrinyapun dengan semangat dan kesabarannya mengurus suami yang sangat di sayanginya, dia berdoa memohon keselamatan dan kelancaran saat operasi suaminya. Puji Syukur Alhamdulillah dia panjatkan kepada Allah pada jam 03:00 sore selesailah operasi tersebut.

Selesailah sudah penanganan pasien Sain, tapi dia sampai saat ini masih dalam perawatan jalan untuk beberapa bulan sampai dokter mengatakan Sain sembuh dari penyakitnya.
Kami menghimbau pada masyarakat agar menjaga kesehatan dengan baik dan jangan mebiarkan penyakit berlarut lama yang akan membuat diri kita menderita dari penyakit tersebut.
Pemerintah sudah memberikan pelayanan kesehatan dengan baik dengan memberlakukan KIS agar masyarakat dapat mudah berobat kerumah sakit. (Red)