Jakarta, tempo dulu di kenal dengan nama Batavia. Pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda pemudi dari berbagai wilayah Indonesia berkumpul, mereka mengadakan suatu rapat akbar dan menghasilkan sebuah keputusan bersama untuk bertanah air, berbangsa dan berbahasa indonesia. Karya pemuda dan pemudi pada waktu itu di kenal sebagai sumpah pemuda.
Pada era mengisi kemerdekaan saat ini, para pemuda dan pemudi melahirkan berbagai karya karya besar yang telah di nikmati oleh masyrakat. Satu di antara pemuda pemudi itu adalah DR. Neneng Hasanah Yasin, Atau biasa di sapa oleh masyarakat kabupaten bekasi dengan sebutan ibu neneng.

Penulis, Kamis Wara
Tahun 2012 ibu Neneng, Perempuan MANTAP kelahiran pebayuran ini menjadi bupati di kabupaten bekasi . Dengan karakteristik kepemimpinan Merakyat, Tegas dan Perduli, ibu neneng Telah melahirkan berbagai macam karya, diantara nya yaitu :
- 1.Membangun jalan di wilayah kabupaten bekasi.
- 2.Pengurangan tingkat kemacetan di wilayah kabupaten bekasi.
- 3.Peningkatan produksi beras.
- 4.Indexs pembangunan manusia.
- 5.Pengurangan kemiskinan.
- 6.Pembangunan stadion megah Wibawa Mukti.
- 7.Melakukan penyerapan tenaga kerja.
- 8. Pengelolaan keuangan daerah yang transparan.
- 9.Kesehatan gratis dan berkualitas.
Data 2015 mencatat dalam kepemimpinan ibu neneng, 95% jalan jalan untuk akses masyrakat kabupaten bekasi telah dibangun dan dalam kondisi baik. Pembangunan jalan jalan di wilayah kabupaten bekasi hingga mencakup wilayah pedesaan.
Di tahun 2014 hingga 2016, pengerjaan dan perampungan Fly ofer tegal danas, Underpass Tambun, underpass cibitung, kalimalang serta pembangunan stasiun kereta api Telaga Murni.
Pada tahun kepemimpinan pertama ibu neneg, langsung mendapat penghargaan dalam peningkatan produksi beras.
Program Pendidikan gratis dan perbaikan sarana serta prasarana pendidikan yang dicipta- jalankan dalam kepemimpinan ibu neneng, telah berdampak positif. Pada tahun 2012, 2013, 2014 sampai 2015 di kepemimpinan ibu neneng, indeks pembangunan manusia kabupaten bekasi menduduki pringkat satu sejawa barat.
Pada tahun 2011, rasio angka kemiskinan mencapai 14,03%. Kemudian pada tahun 2012 awal kepemimpinan ibu neneng dan berjalan sampai tahun 2015, kemiskinan menjadi berkurang 5,02 pesen. Di samping itu pun, program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) telah tercapai sebanyak 14.500 rumah dari target 20.000 rumah.
Pembangunan stadion dengan kapasitas 40ribu orang ini telah terwujud, dan telah bermanfaat bagi masyrakat kabupaten bekasi. Stadiaon yang bermafaat bagi masyarakat ini, telah di gunakan untuk penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX dan dapat menarik penonton sebanyak kurang dari 40ribu orang.
Kabupaten bekasi dalam kepemimpinan nya, bupati neneng mewujudkan link and match antara sekolah dengan perusahaan sehingga dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja. Kemudian, merintis pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan dan juga menggandeng perusahaan perusahaan dalam pelaksanaan expo bursa tenaga kerja yang di adakan 4 kali dalam setahun. Berjalan terus, penyerapan tenaga kerja sebanyak 35 persen.
Kabupaten bekasi, dalam kepemimpinan ibu bupati neneng telah menjalankan perintah undang undang, melaksanakan pengelolaan uang dengan menggunakan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) daerah dan juga menyajikan laporan keunagan dengan prinsip akutansi berlaku lazim di indonesia. Sehingga kabupaten bekasi di dalam kepemimpinan ibu neneng mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian yang di berikan oleh badan pemeriksa keungan (BPK) atas Laporan Keunagan Pemerintah Daerah (LKPD).
Dalam kepemimpinan ibu bupati neneng, kabupaten bekasi akan membangun RSUD Tipe D di kecamatan cabangbungin. Kemudian, ibu neneng telah meningkatkan alokasi anggaran jamkesda, dan juga merevitalisasi RSUD serta meningkatkan status RSUD. Tidak habis disitu, ibu neneng memperbanyak penambahan jumlah puskesmas serta meningkatkan status puskermas pembantu menjadi puskesmas dan puskesmas DPT (dengan Rawat Inap) hingga puskesmas dengan Pelayanan Obestetrial Neonatal Emergensi Dasar.
Disamping itu juga, ibu neneng telah mengkaji Program Pelayanan Kesehatan Gratis Kelas III. hanya dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) masyarakat kabupaten bekasi, dapat menikmati pelayanan kesehatan kelas III tanpa di pungut biaya sepeser pun.
Dalam kabupaten bekasi, hasil karya pemuda pemudi yang berkarakter Merakyat, Tegas dan Perduli ini, telah dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, Dr. Neneng Hasanah Yasin Bupati Muda yang sudah mencapai kemajuan besar ini. (Dari berbagai sumber)